Thursday, August 6, 2015

PENYAKIT AKIBAT KERJA “Penyakit Coal Wolker Pneumoconiosis pada Pekerja Industri Batu Bara ”



Manusia memerlukan udara untuk bernapas dan melaksanakan matabolisme dalam tubuh yang nantinya menghasilkan energi yang digunakan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dalam udara yang kita hirup, tidak selamanya bersih. Kadang kala udara tersebut terkandung partikel pencemar yang disebut polutan. Salah satu polutan tersebut ialah berupa butiran debu yang banyak ditemukan pada industry atau  perusahaan tertentu.
Dewasa ini, keberadaan  sektor industri di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan ini sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. Dengan majunya industri maka terbukalah lapangan kerja buat masyarakat, daerah di sekitar perindustrian juga berkembang dalam bidang sarana transportasi, komunikasi, perdagangan dan bidang lain.
Meskipun perkembangan industri yang pesat dapat meningkatkan taraf hidup, tetapi berbagai dampak negatif juga bisa terjadi pada masyarakat. Salah satu dampak negatif adalah terhadap paru para pekerja dan masyarakat di sekitar daerah perindustrian. Hal ini disebabkan pencemaran udara akibat proses pengolahan atau hasil industri tersebut. Ada berbagai zat dapat mencemari udara dan salah satunya adalah debu batubara,
Selama ini yang menjadi juga fokus perusahaan dalam hal keselamatan kerja baru sebatas mengupayakan angka kecelakaan kerja menjadi nol. Padahal penyakit akibat kerja, terutama yang menahun, menjadi ancaman yang serius. Salah satunya penyakit pneumokoniosis.
Pneumokoniosis adalah sekumpulan penyakit yang disebabkan oleh penimbunan debu-debu di dalam jaringan paru-paru. Biasanya berupa debu mineral. Tergantung dari jenis debu mineral yang di timbun, nama penyakitnya pun beda-beda, gejalanya pun beda-beda, tergantung dari derajat dan banyaknya debu yang di timbun di paru-paru.
Ketika bernafas, udara yang mengandung debu masuk ke dalam paru-paru. Tidak semua debu dapat menimbun didalam jaringan paru-paru, karena tergantung besar ukuran debu tersebut. Debu-debu yang berukuran 5-10 mikron akan di tahan oleh jalan nafas bagian atas. partikel-partikel yang berukuran 3-5 di tahan di bagian tengan jalan nafas. Partikel-pertikel yang berukuran 1-3 mikron akan ditempatkan langsung di permukaan jaringan dalam paru-paru.
Pada saat orang menarik napas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Fungsi paru dapat menjadi tidak maksimal oleh karena faktor dari luar tubuh atau faktor ekstrinsik yang meliputi kandungan komponen fisik udara, komponen kimiawi dan faktor dari dalam tubuh penderita itu sendiri atau instrinsik.
Akibat penumpukan debu yang tinggi di paru dapat menyebabkan kelainan dan kerusakan paru. Penyakit akibat penumpukan debu pada paru disebut pneumoconiosis. Salah satu bentuk kelainan paru yang bersifat menetap adalah berkurangnya elastisitas paru, yang ditandai dengan penurunan pada kapasitas vital paru. Selain itu, Semakin lama seseorang bekerja di suatu daerah berdebu maka kapasitas paru seseorang akan semakin menurun. Pekerja yang berada pada lingkungan kerja dengan kadar debu tinggi dalam waktu lama memiliki risiko tinggi terkena obstruksi paru.
Secara umum pneumoconiosis gejala-gejalanya antara lain batuk-batuk kering, sesak napas, kelelahan umum, berat badan berkurang dan lain-lain. M gambaran foto rontgen, menunjukan adanya kelainan dalam paru-paru. Namun, pemeriksaan di tempat kerja harus menunjukan adanya debu yang diduga sebagai penyebab pneumokoniosis. Dan dalam hal ini, akan di bahas pneumokoniosis yang di sebabkan oleh agen debu batu bara.
Batubara mengandung banyak zat atau bahan kimiawi seperti, karbon, sedikit hidrogen, sulfur dan fosfor, serta bermacam-macam batu yang beberapa di antaranya mengandung silika bebas. Debu campuran dari tambang batubara berasal dari serpihan-serpihan pasir bubuk batu, kaolinit, batu tulis, serta batu kapur batubara yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit paru-paru. Penyakit tersebut muncul bila masyarakat yang berada di lokasi tambang batubara, atau di kawasan lalu-lintas pengangkut batubara, menghirup debu batubara secara terus-menerus, dan yang paling  beresiko adalah pekerja yang terpapar oleh debu batubara itu sendiri.
 Karena itu semua pekerja pertambangan batubara, baik yang bertugas di tempat pencucian hingga yang bertugas memuat batubara, harus lebih mengerti terhadap risiko menderita penyakit ini. 


Pneumoconiosis pada pekerja tambang batu bara (CWP)
CWP ( Coal Wolkers Pneumoconiosis ) adalah penyakit fibrosis kronis paru akibat debu karbon yang terhirup dan terdeposit didalam paru. Penyakit ini berbeda dengan penyakit silikosis.
1.      Pekerjaan yang Beresiko
Penambangan  batu bara dan pekerja di permukaan lain memiliki resiko. Pajanan yang bermakna dapat timbul saat memangkas atau meratakan batu bara di kapal saat persiapan keberangkatan.
2.      Gambaran Klinis
Pada stadium dini, tanda dan gejala penyakit biasanya tidak terlihat. Tetapi biasanya menunjukan perbedaan berupa dispnoe progresif saat beraktivitas disertai bronchitis. Pada kebanyakan pekerja batubara, pneumokoniosis dengan penyulit hanya timbul bila beban debu sangat tinggi. Gangguan fungsi paru baru ditemukan pada stadium lanjut.
3.      Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan rontgen paru yang menunjukan bayangan noduler opak luas atau PMF (Progressive Massive Fibrosis) tanpa ada diagnosis diferensial dan pajanan terhadap debu batu bara yang lama. biasanya setelah pekerja terpapar lebih dari 10 tahun. Untuk membedakannya dengan silikosis pada intinya didasarkan pada riwayat pekerjaan, walaupun biopsi dapat membedakan kedua diagnosis ini tetapi jarang sekali diperlukan.
Berdasarkan gambaran foto toraks dibedakan atas bentuk simple dan complicatedSimple Coal Workers Pneumoconiosis (Simple CWP) terjadi karena inhalasi debu batubara saja. Gejalanya hampir tidak ada; bila paparan tidak berlanjut maka penyakti ini tidak akan memburuk. Penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk complicated. Kelainan foto toraks pada simple CWP berupa perselubungan halus bentuk lingkar, perselubungan dapat terjadi di bagian mana saja pada lapangan paru, yang paling sering di lobus atas. Sering ditemukan perselubungan bentuk p dan q. Pemeriksaan faal paru biasanya tidak menunjukkan kelainan. Nilai VEP1dapat sedikit menurun sedangkan kapasitas difusi biasanya normal.
Complicated Coal Workers Pneumoconiosis atau Fibrosis Masif Progresif (PMF) ditandai oleh terjadinya daerah fibrosis yang luas hampir selalu terdapat di lobus atas.
Fibrosis biasanya terjadi karena saw atau lebih faktor berikut:
a)    Terdapat silika bebas dalam debu batubara.
b)    Konsentrasi debu yang sangat tinggi.
c)     Infeksi Mycobacterium tubeivulosis atau atipik.
d)    Imunologi penderita buruk.
Pada daerah fibrosis tepat timbul kavitas dan ini bisa menyebabkan penumotoraks; foto toraks pada PMF sering miriptüberkulosis, tetapi sering ditemukan bentuk campuran karena terjadi emfisema. Tidak ada korelasi antara kelainan faal paru dan luasnya lesi pada foto toraks. Gelaja awal biasanya tidak khas. Batuk dan sputum menjadi lebih sering, Dahak  berwarna hitam (melanoptisis). Kenisakan yang luas menimbuikan sesak napas yang makin bertambah, pada stadium lanjut terjadi kor hipertensi pulmonal, gagal ventrikel kanan dan gagal napas.
Debu batu bara menghasilkan gambaran yang agak berbeda dan sering kali memberikan dampak yang kurang berat dan kurang agresif fibrotiknya. Memang perbedaan antara pneumoconiosis yang biasa dengan yang berpenyulit sering kali tampak jelas, hanya sebagian kecil pneumoconiosis biasa berkembang  menjadi pneumoconiosis berpenyulit. Faktor apa yang mempengaruhi perkembangan yang serius ini belum diketahui benar.

4.      Tatalaksana
Tidakada pengobatan definitif. Pengobatan biasanya simtomatis dan di tunjukan kepada komplikasi atau pada keadaan yang berkaitan. Perokok harus dianjurkan berhenti merokok. Selain itu, pencegahan harus di cari melalui pengurangan pajanan
5.      Pencegahan
Beberapa cara pencegahan pneumoconiosis dan aneka komplikasinya, antara lain dengan:
a.        Ventilasi umum dan lokal,
b.       Memotong (cutting) arang batu secara basah dengan menyemprotkan air pada rantai alat pemotong terutama yang bersentuhan dengan permukaan,
c.       Membasahi permukaan arang batu dengan air,
d.       Menyediakan perangkat dust suppression system (penyiraman secara berkala dan otomatis) di lokasi industri  untuk mengurangi kadar debu batubara,
e.       Bagi Para Pekerja, Pekerja disarankan untuk selalu menggunakan masker respirator pada saat bekerja sehingga dapat menurunkan kemungkinan paparan debu batubara ,
f.        upaya pengendalian teknis lain seperti: (pemeliharaan mekanis, proses separasi, otomasi, pengaturan operasi kerja, perlengkapan dan peralatan kerja untuk mencegah penyebaran debu, penggunaan metode basah untuk pencegah terbentuknya debu).


Daftar Pustaka

1.      Dr. dr. Anies.MKes.PKK. 2005. Sri Kesehatan Umum PENYAKIT AKIBAT KERJA Berbagai Penyakit Akibat Lingkungan Kerja Dan Upaya Penaggualangannya.Jakarta.PT.Elex Media Koputindo
2.      Yunus, Faisal. 2006. Dampak Debu Industri pada Paru Pekerja dan       Pengendaliannya. Jakarta.
3.      dr.Wijaya, Anton & dr. Suyono, Joko. 1995. Buku Saku Kesehatan Kerja edisi 3. Jakarta. Buku Kedokteran EGC (buku terjemahan).
4.      http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm ( HUBUNGAN ANTARA KADAR DEBU BATUBARA TOTAL DAN TERHIRUP SERTA KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI LOKASI COAL YARD PLTU X JEPARA)
5.      http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm ( HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PEKERJA PENYAPU PASAR JOHAR KOTA SEMARANG)
6.      m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2010/02/25/100260

1 comment:

  1. Dr Itua cure my HIV, I have been a ARV Consumption for 10 years. i have been in pains until i came across Dr Itua on blogs site.I emailed him about my details of my HIV and my location i explained every thing to him and he told me that there is nothing to be scared of that he will cured me, he gave me guarantee,He ask me to pay for items fees so when i'm cured I will show gratitude I did and giving testimony of his healing herbs is what I'm going to do for the rest of you out there having HIV and other disease can see the good work of Dr Itua.I received his herbal medicine through EMS Courier service who delivered to my post office within 5 working days.Dr Itua is an honest man and I appreciate him for his good work.My GrandMa called him to appreciate him and rest of my friends did too,Is a joy to me that I'm free of taking Pills and having that fat belle is a nightmare.you will understand what i'm talking about if you have same problem I was having then not now though.I'm free and healthy Big Thanks To Dr Itua Herbal Center.I have his calendar too that he recently sent me,He Cure all kind disease Like,Cancer,Weak Erection,Wart Remover,Hpv,Herpes,Alzheimer’s disease,Bechet’s disease,Crohn’s disease
    ,Cushing’s disease,Heart failure,Multiple Sclerosis,Hypertension,Fibromyalgia,Hiv,Hepatitis B,Liver/Kidney Inflamatory,Epilepsy,Blood Cancer,Prostate Cancer,Colo-Rectal Cancer,Brain Cancer,Lung Cancer,Infertility,Parkinson's disease,Schizophrenia,Lung Cancer,Breast Cancer,Colo-Rectal Cancer,Blood Cancer,Prostate Cancer,siva.Fatal Familial Insomnia Factor V Leiden Mutation ,Epilepsy Dupuytren's disease,Desmoplastic small-round-cell tumor Diabetes ,Coeliac disease,Creutzfeldt–Jakob disease,Cerebral Amyloid Angiopathy, Ataxia,Arthritis,measles, tetanus, whooping cough, tuberculosis, polio and diphtheriaAmyotrophic Lateral Scoliosis,Fibromyalgia,Fluoroquinolone Toxicity
    Syndrome Fibrodysplasia Ossificans ProgresSclerosis,Seizures,Alzheimer's disease,Adrenocortical carcinoma.Asthma,Allergic diseases.Hiv_ Aids,Herpe ,Copd,Glaucoma., Cataracts,Macular degeneration,Cardiovascular disease,Lung disease.Enlarged prostate,Osteoporosis.Alzheimer's disease,
    Dementia.Fibroid,Diabetes,Dercum,Copd ,and also Bring back Ex Lover Back..Here his Contact .drituaherbalcenter@gmail.com Or Whats_app Number +2348149277967

    ReplyDelete