Manusia memerlukan udara untuk
bernapas dan melaksanakan matabolisme dalam tubuh yang nantinya menghasilkan
energi yang digunakan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dalam udara
yang kita hirup, tidak selamanya bersih. Kadang kala udara tersebut terkandung
partikel pencemar yang disebut polutan. Salah satu polutan tersebut ialah
berupa butiran debu yang banyak ditemukan pada industry atau perusahaan tertentu.
Dewasa ini, keberadaan sektor
industri di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan ini
sejalan dengan peningkatan taraf ekonomi negara. Dengan majunya industri maka
terbukalah lapangan kerja buat masyarakat, daerah di sekitar perindustrian juga
berkembang dalam bidang sarana transportasi, komunikasi, perdagangan dan bidang
lain.
Meskipun perkembangan industri yang
pesat dapat meningkatkan taraf hidup, tetapi berbagai dampak negatif juga bisa
terjadi pada masyarakat. Salah satu dampak negatif adalah terhadap paru para
pekerja dan masyarakat di sekitar daerah perindustrian. Hal ini disebabkan
pencemaran udara akibat proses pengolahan atau hasil industri tersebut. Ada
berbagai zat dapat mencemari udara dan salah satunya adalah debu batubara,
Selama ini yang menjadi juga fokus
perusahaan dalam hal keselamatan kerja baru sebatas mengupayakan angka
kecelakaan kerja menjadi nol. Padahal penyakit akibat kerja, terutama yang
menahun, menjadi ancaman yang serius. Salah satunya penyakit pneumokoniosis.
Pneumokoniosis adalah sekumpulan
penyakit yang disebabkan oleh penimbunan debu-debu di dalam jaringan paru-paru.
Biasanya berupa debu mineral. Tergantung dari jenis debu mineral yang di
timbun, nama penyakitnya pun beda-beda, gejalanya pun beda-beda, tergantung
dari derajat dan banyaknya debu yang di timbun di paru-paru.
Ketika bernafas, udara yang
mengandung debu masuk ke dalam paru-paru. Tidak semua debu dapat menimbun didalam
jaringan paru-paru, karena tergantung besar ukuran debu tersebut. Debu-debu
yang berukuran 5-10 mikron akan di tahan oleh jalan nafas bagian atas.
partikel-partikel yang berukuran 3-5 di tahan di bagian tengan jalan nafas.
Partikel-pertikel yang berukuran 1-3 mikron akan ditempatkan langsung di
permukaan jaringan dalam paru-paru.
Pada
saat orang menarik napas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam
paru-paru. Fungsi paru dapat menjadi tidak maksimal oleh karena faktor dari
luar tubuh atau faktor ekstrinsik yang meliputi kandungan komponen fisik
udara, komponen kimiawi dan faktor dari dalam tubuh penderita itu sendiri atau instrinsik.
Akibat
penumpukan debu yang tinggi di paru dapat menyebabkan kelainan dan kerusakan
paru. Penyakit akibat penumpukan debu pada paru disebut pneumoconiosis. Salah
satu bentuk kelainan paru yang bersifat menetap adalah berkurangnya elastisitas
paru, yang ditandai dengan penurunan pada kapasitas vital paru. Selain itu,
Semakin lama seseorang bekerja di suatu daerah berdebu maka kapasitas paru
seseorang akan semakin menurun. Pekerja yang berada pada lingkungan kerja dengan
kadar debu tinggi dalam waktu lama memiliki risiko tinggi terkena obstruksi
paru.
Secara umum pneumoconiosis gejala-gejalanya
antara lain batuk-batuk kering, sesak napas, kelelahan umum, berat badan
berkurang dan lain-lain. M gambaran foto rontgen, menunjukan adanya kelainan
dalam paru-paru. Namun, pemeriksaan di tempat kerja harus menunjukan adanya
debu yang diduga sebagai penyebab pneumokoniosis. Dan dalam hal ini, akan di
bahas pneumokoniosis yang di sebabkan oleh agen debu batu bara.
Batubara mengandung banyak zat atau bahan
kimiawi seperti, karbon, sedikit hidrogen,
sulfur dan fosfor, serta bermacam-macam batu yang beberapa di antaranya
mengandung silika bebas. Debu campuran dari tambang batubara berasal dari
serpihan-serpihan pasir bubuk batu, kaolinit, batu tulis, serta batu kapur
batubara yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit
paru-paru. Penyakit tersebut muncul bila masyarakat yang berada di lokasi
tambang batubara, atau di kawasan lalu-lintas pengangkut batubara, menghirup
debu batubara secara terus-menerus, dan yang paling beresiko adalah pekerja yang terpapar oleh
debu batubara itu sendiri.
Karena itu semua pekerja pertambangan batubara, baik yang
bertugas di tempat pencucian hingga yang bertugas memuat batubara, harus lebih
mengerti terhadap risiko menderita penyakit ini.
Pneumoconiosis pada pekerja tambang
batu bara (CWP)
CWP ( Coal Wolkers Pneumoconiosis )
adalah penyakit fibrosis kronis paru akibat debu karbon yang terhirup dan
terdeposit didalam paru. Penyakit ini berbeda dengan penyakit silikosis.
1. Pekerjaan yang Beresiko
Penambangan batu bara dan pekerja di permukaan lain
memiliki resiko. Pajanan yang bermakna dapat timbul saat memangkas atau
meratakan batu bara di kapal saat persiapan keberangkatan.
2. Gambaran Klinis
Pada stadium dini, tanda dan gejala
penyakit biasanya tidak terlihat. Tetapi biasanya menunjukan perbedaan berupa
dispnoe progresif saat beraktivitas disertai bronchitis. Pada kebanyakan
pekerja batubara, pneumokoniosis dengan penyulit hanya timbul bila beban debu
sangat tinggi. Gangguan fungsi paru baru ditemukan pada stadium lanjut.
3. Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
pemeriksaan rontgen paru yang menunjukan bayangan noduler opak luas atau PMF
(Progressive Massive Fibrosis) tanpa ada diagnosis diferensial dan pajanan
terhadap debu batu bara yang lama. biasanya setelah pekerja terpapar lebih dari
10 tahun. Untuk membedakannya dengan silikosis pada intinya didasarkan pada
riwayat pekerjaan, walaupun biopsi dapat membedakan kedua diagnosis ini tetapi
jarang sekali diperlukan.
Berdasarkan gambaran foto toraks
dibedakan atas bentuk simple dan complicated. Simple
Coal Workers Pneumoconiosis (Simple CWP) terjadi karena
inhalasi debu batubara saja. Gejalanya hampir tidak ada; bila paparan tidak
berlanjut maka penyakti ini tidak akan memburuk. Penyakit ini dapat berkembang
menjadi bentuk complicated. Kelainan foto toraks pada simple
CWP berupa perselubungan halus bentuk lingkar, perselubungan dapat terjadi di
bagian mana saja pada lapangan paru, yang paling sering di lobus atas. Sering
ditemukan perselubungan bentuk p dan q. Pemeriksaan faal paru biasanya tidak
menunjukkan kelainan. Nilai VEP1dapat sedikit menurun sedangkan kapasitas
difusi biasanya normal.
Complicated Coal Workers
Pneumoconiosis atau
Fibrosis Masif Progresif (PMF) ditandai oleh terjadinya daerah fibrosis yang
luas hampir selalu terdapat di lobus atas.
Fibrosis biasanya terjadi karena saw
atau lebih faktor berikut:
a) Terdapat
silika bebas dalam debu batubara.
b) Konsentrasi
debu yang sangat tinggi.
c) Infeksi
Mycobacterium tubeivulosis atau atipik.
d) Imunologi
penderita buruk.
Pada daerah fibrosis tepat timbul
kavitas dan ini bisa menyebabkan penumotoraks; foto toraks pada PMF sering
miriptüberkulosis, tetapi sering ditemukan bentuk campuran karena terjadi
emfisema. Tidak ada korelasi antara kelainan faal paru dan luasnya lesi pada
foto toraks. Gelaja awal biasanya tidak khas. Batuk dan sputum menjadi lebih
sering, Dahak berwarna hitam (melanoptisis). Kenisakan yang luas
menimbuikan sesak napas yang makin bertambah, pada stadium lanjut terjadi kor
hipertensi pulmonal, gagal ventrikel kanan dan gagal napas.
Debu batu bara menghasilkan gambaran
yang agak berbeda dan sering kali memberikan dampak yang kurang berat dan
kurang agresif fibrotiknya. Memang perbedaan antara pneumoconiosis yang biasa dengan yang berpenyulit sering kali tampak jelas, hanya sebagian kecil
pneumoconiosis biasa berkembang menjadi
pneumoconiosis berpenyulit. Faktor apa yang mempengaruhi perkembangan yang
serius ini belum diketahui benar.
4. Tatalaksana
Tidakada pengobatan definitif.
Pengobatan biasanya simtomatis dan di tunjukan kepada komplikasi atau pada
keadaan yang berkaitan. Perokok harus dianjurkan berhenti merokok. Selain itu,
pencegahan harus di cari melalui pengurangan pajanan
5. Pencegahan
Beberapa cara pencegahan
pneumoconiosis dan aneka komplikasinya, antara lain dengan:
a. Ventilasi umum dan lokal,
b. Memotong (cutting) arang batu secara basah
dengan menyemprotkan air pada rantai alat pemotong terutama yang bersentuhan
dengan permukaan,
c. Membasahi permukaan arang batu
dengan air,
d. Menyediakan perangkat dust
suppression system (penyiraman secara berkala dan otomatis) di lokasi industri
untuk mengurangi kadar debu
batubara,
e. Bagi
Para Pekerja, Pekerja disarankan untuk selalu menggunakan masker respirator
pada saat bekerja sehingga dapat menurunkan kemungkinan paparan debu batubara ,
f.
upaya pengendalian teknis lain seperti:
(pemeliharaan mekanis, proses separasi, otomasi, pengaturan operasi kerja,
perlengkapan dan peralatan kerja untuk mencegah penyebaran debu, penggunaan
metode basah untuk pencegah terbentuknya debu).
Daftar Pustaka
1.
Dr. dr.
Anies.MKes.PKK. 2005. Sri Kesehatan Umum PENYAKIT AKIBAT KERJA Berbagai
Penyakit Akibat Lingkungan Kerja Dan Upaya Penaggualangannya.Jakarta.PT.Elex
Media Koputindo
2.
Yunus,
Faisal. 2006. Dampak Debu
Industri pada Paru Pekerja dan Pengendaliannya. Jakarta.
3.
dr.Wijaya, Anton &
dr. Suyono, Joko. 1995. Buku Saku Kesehatan Kerja edisi 3. Jakarta. Buku
Kedokteran EGC (buku terjemahan).
4.
http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm
(
HUBUNGAN ANTARA KADAR DEBU BATUBARA
TOTAL DAN TERHIRUP SERTA KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU
PADA PEKERJA DI LOKASI COAL YARD PLTU X JEPARA)
5.
http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm
(
HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS
VITAL PARU PADA PEKERJA PENYAPU PASAR JOHAR KOTA SEMARANG)
6.
m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2010/02/25/100260
Dr Itua cure my HIV, I have been a ARV Consumption for 10 years. i have been in pains until i came across Dr Itua on blogs site.I emailed him about my details of my HIV and my location i explained every thing to him and he told me that there is nothing to be scared of that he will cured me, he gave me guarantee,He ask me to pay for items fees so when i'm cured I will show gratitude I did and giving testimony of his healing herbs is what I'm going to do for the rest of you out there having HIV and other disease can see the good work of Dr Itua.I received his herbal medicine through EMS Courier service who delivered to my post office within 5 working days.Dr Itua is an honest man and I appreciate him for his good work.My GrandMa called him to appreciate him and rest of my friends did too,Is a joy to me that I'm free of taking Pills and having that fat belle is a nightmare.you will understand what i'm talking about if you have same problem I was having then not now though.I'm free and healthy Big Thanks To Dr Itua Herbal Center.I have his calendar too that he recently sent me,He Cure all kind disease Like,Cancer,Weak Erection,Wart Remover,Hpv,Herpes,Alzheimer’s disease,Bechet’s disease,Crohn’s disease
ReplyDelete,Cushing’s disease,Heart failure,Multiple Sclerosis,Hypertension,Fibromyalgia,Hiv,Hepatitis B,Liver/Kidney Inflamatory,Epilepsy,Blood Cancer,Prostate Cancer,Colo-Rectal Cancer,Brain Cancer,Lung Cancer,Infertility,Parkinson's disease,Schizophrenia,Lung Cancer,Breast Cancer,Colo-Rectal Cancer,Blood Cancer,Prostate Cancer,siva.Fatal Familial Insomnia Factor V Leiden Mutation ,Epilepsy Dupuytren's disease,Desmoplastic small-round-cell tumor Diabetes ,Coeliac disease,Creutzfeldt–Jakob disease,Cerebral Amyloid Angiopathy, Ataxia,Arthritis,measles, tetanus, whooping cough, tuberculosis, polio and diphtheriaAmyotrophic Lateral Scoliosis,Fibromyalgia,Fluoroquinolone Toxicity
Syndrome Fibrodysplasia Ossificans ProgresSclerosis,Seizures,Alzheimer's disease,Adrenocortical carcinoma.Asthma,Allergic diseases.Hiv_ Aids,Herpe ,Copd,Glaucoma., Cataracts,Macular degeneration,Cardiovascular disease,Lung disease.Enlarged prostate,Osteoporosis.Alzheimer's disease,
Dementia.Fibroid,Diabetes,Dercum,Copd ,and also Bring back Ex Lover Back..Here his Contact .drituaherbalcenter@gmail.com Or Whats_app Number +2348149277967